Senin, 13 Februari 2012

WISATA TANAH TINGAL




Dekatkan Anak Dengan Alam dan Sang Pencipta
..Saat ini untuk mengisi liburan anak-anak dengan kegiatan bermutu tidaklah sulit. Banyak tawaran paket liburan yang bisa dimanfaatkan dan sangat bermanfaat. Mulai kegiatan di alam bebas, belajar bertani, berkebun, memetik buah dan lain sebagainya hingga melatih dan mengasah kepekaan terhadap lingkungan.
            Tanah Tingal yang berlokasi di Desa Baru, Jombang, Ciputat, Tangerang, Banten ini bisa jadi pilihan berlibur. Sambil memperkenalkan alam pada anak-anak, mereka juga bisa belajar untuk kreatif dan bersosialisasi dengan alam sekitar lingkungannya.
          Lokasi Tanah Tingal memang dibuat sebagai tempat wisata sekaligus sebagai ajang petualangan anak-anak. “Ini sesuai pesan ayah saya (alm. Boediardjo) yang ingin anak-anak dekat dengan lingkuangan dan penciptanya,” kata pengelola dan pemilik Tanah Tingal, Ennie Boediardjo Satoto. Pesan ini muncul dari keprihatinan Almarhum Boediardjo pada perkembangan anak-anak modern, terutama bagi yang tinggal di daerah perkotaan.
“Kekurang mampuan anak-anak bersosialiasi dengan kehidupan sekitar, aktivitas bermainnya yang bergeser ke hal-hal instant dan cenderung tertutup. Kesenangan didapat tanpa ada hubungan antarmanusia. Sehigga anak tumbuh jadi egois dan tak peduli lingkungan sekitar,” cerita Enni yang juga anak kedua Alamarhum Boediardjo.
 
Berpetualang Di Hutan Kota

Daya tarik Rumah Tingal dari galeri foto hingga berkubang dengan lumpur. Suasana hutan, rumah dengan etnik Jawa, kebun anggrek, danau untuk bermain kano, kawasan berair yang mirip rawa, kebun sayur, dan sebidang sawah bisa dilihat di sini.
Untuk memasuki areal seluas 10 hektar ini, dibuat selayaknya jalan di desa yang berbatu atau kerikil. Jalan ini juga menjadi trek bagi pengunjung untuk bersepeda dan jogging. Pepohonan tinggi, rindang, dan kicauan burung akan menyapa setiap tamu yang datang.
“Pada waktu tertentu, pengunjung bisa mengikuti kegiatan khas di tanah tingal, seperti memanen sawah bersama, berkebun anggrek,” kata Agung Priyambodo. Ia menambahkan pengelola mengajak semua pengunjung untuk mengetahui proses penanaman padi sampai jadi nasi. Sehingga mereka tahu asal nasi yang dimakan selama ini.
Oleh sebab tepat bila Tanah Tingal menjadi pilihan berlibur bagi keluarga. yang menyenangkan, mengasyikan dan bisa memberikan pendidikan bagi anak-anak. Permainan dan kegiatan yang menarik antara lain, olahraga petualangan bagi anak-anak hingga orang dewasa. flying fox, bermain kayak (canoing), panjat dinding, meniti jembatan tali dan pamper pole menjadi kesempatan uji nyali dan rasa percaya dirinya anak-anak. Ketakutan anak-anak juga membuat gemas penonton (orang tua atau teman-temannya), teriakan-teriakan itu tak lain untuk menyakinkan anak-anak untuk berani.
              Pamper pole, sebuah permainan yang mengajak anak-anak untuk meloncat dari papan ketinggian sambil meninju bola yang tergantung sekitar satu meter di depan. Walau sudah memakai alat pengaman, beberapa peserta tak ada yang berani langsung melakukannya. Untuk berdiri diatas papan kaki sudah gemetar apalagi berdiri dan meloncat.
       Selain itu anak-anak diajak berpetualang dengan, meluncur (flying fox), bermain kayak di danau, menyeberang pohon di seutas tali, bermain di rumah pohon, dan kegiatan di kolam renang. Semua kegiatan ini sudah memenuhi standar keamanan internasional dan terjamin serta bisa diikuti segala usia. "Biasanya kegiatan ini dimanfaatkan untuk mendidik anak agar bisa berinteraksi dengan lingkungan sosial, mandiri, dan percaya diri,” kata Agung Priyambodo.
            Kegiatan tidak hanya dengan alam hutan dan petualangannya, ada pula petualangan yang tidak kalah menariknya yaitu memanen padi dan memetik buah. “Liburan kali ini tidak ada acara panen karena buah belum ada yang bisa dipetik dan padi lagi belum saatnya untuk di panen,” tambahnya. Pengelola juga bekerja sama dengan masyarakat sekitar lokasi wisata Tanah Tingal untuk perawatan lahan sawah.
              Setelah berpetualang dan uji mental anak-anak bisa beristirahat sambil berjalan-jalan di sekeliling lokasi wisata atau melihat-lihat kebun anggrek. Di sini pengunjung bisa banyak belajar cara melakukan stek tanaman, mencangkok dan mengokulasi. “Mereka yang datang akan mendapatkan pelajaran menanam anggrek, merawat, dan membuat media untuk tanaman anggrek,” kata manajer kebun anggrek Ir. Harri Agus.
            Agus menambahkan, merawat anggrek jenis dendradium ini sangat mudah, hanya butuh kesabaran, tanaman ini bisa menghasilkan banyak bunga dan bisa dikomersialkan, bahkan bila tidak laku pun bisa dikembang biakan sendiri. “Caranya sederhana, ambil batang yang bertunas yang sudah berakar dan kemudian tempatkan di media arang, siram 2 kali sehari, tanaman akan tumbuh,” tambahnya.
Selain itu juga Farming (bercocok tanaman pangan) seperti padi, jagung, singkong, dan sayur mayur bisa diikuti oleh anak-anak. Kegiatan lain yang juga bisa menantang anak-anak berkretifitas adalah belajar membuat dan melukis keramik.

Pengamatan Burung

             Mengintip kegiatan burung merupakan kegiatan yang mengasyikan, beragam jenis burung dapat dijumpai di sini. Namun untuk bisa menyaksikan kegiatan burung waktu yang tepat adalah pagi hari dan cuaca terang atau cerah. Sebab pada pagi hari burung mulai melakukan aktivitasnya untuk menyapa alam sembari mencari makan. Kicauan burung ini menjadi pertunjukkan menarik bagi pengunjung.
              Ada sekitar 30 jenis burung yang bisa diamati di Tanah Tingal diantaranya wiwik uncuing (Cacomantis sepulcralis), elang bondol (Haliastur indus), burung cabai jawa (Dicaeum trochileum), perkutut jawa (Geopelia striata), betet kelabu (Lanius schach), dan pipit benggala (Amandava amandava), tekukur (Streptopelia chinensis), merbah cerucuk (Pycnonotus goiavier), layang-layang api (Hirundo rustica). “Jumlah dan jenis burung ini berdasarkan pengamatan teman-teman BirdLife Indonesia yang pernah melakukan pendataan,“ kata Agung Priyambodo.
Lokasi yang bisa digunakan untuk mengamati burung ini bisa dimulai dari pintu gerbang hingga di bagian belakang Tanah Tingal. Untuk bisa menyaksikan beberapa kegiatan burung di alam terbuka tersebut, pengelola menjadikan sebagai kegiatan bird watching (pengamatan burung). “Kami membatasi untuk kegiatan ini hanya bisa dilakukan pada jam 05.30 – 07.00, waktu ini tepat karena burung baru keluar dari sarang untuk mencari makan,” tambah Agung Priyambodo.
Untuk bisa ikutan dalam pengamatan burung peserta yang datang berombongan minimal pesertanya 20 orang. “Minat tamu bagus, mereka rata-rata dari seputar Jabotabek, pas liburan seperti ini kebanyakan pengunjung yang datang adalah anak-anak sekolah,” jelas Agung Priyambodo.

2 komentar:

  1. maaf kalo dari arah exit toll pondok aren kondisi jalannya macet apa tidak ya?
    terima kasih

    BalasHapus